Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Pemuda yang Dirindukan Surga



Kalau diajukan pertanyaan, manakah yang lebih baik antara anak muda yang tekun beribadah atau orang tua yang tekun beribadah? Dua pertanyaan inilah yang akan mengawali uraian saya pada bab ini. Dari kedua pertanyaan diatas tentunya tak patut kita perdebatkan, karena baik anak muda maupun orang tua yang tekun beribadah adalah sama baiknya. Namun tidak menutup kemungkinan orang lain juga akan beragam menanggapinya. Bisa jadi ada yang memilih bahwa yang terbaik adalah anak muda yang giat dan tekun beribadah, dan mungkin juga akan ada yang lebih membenarkan bahwa yang terbaik diantara keduanya adalah orang tua yang tekun beribadah. Apapun pendapat mereka pastinya memiliki alasannya masing-masing bukan!. Nah, hal ini akan menjadi menarik bila kita kupas secara mendalam, bukan karena kita mencari mana yang terbaik, hanya saja kita akan mencari sisi-sisi terbaiknya yang patut kita jadikan teladan bersama.

Dizaman sekarang ini, kalau ada orang tua yang tekun beribadah dan khusuk i’tikaf dimasjid, saya kira itu suatu pemandangan yang biasa dan banyak kita temui disana sini, karena secara tidak langsung ia sadar bahwa ubun-ubunnya sudah beruban, keringatnya mengandung bau kuburan, sehingga yang diinggat tiada lain adalah kematian, makanya yang ada dalam pikirannya yaitu gimana caranya mendapat bekal menghadapi kematian nanti. Tetapi kalau ada anak remaja yang gemar i’tikaf dimasjid, wow, ini baru jempolan brow. Bagaimana tidak. Diusianya yang beranjak dewasa, bertabur bunga-bunga asmara, penuh dengan sensasi dan gaya, dikelilingi dengan gemerlapnya zaman yang lagi ueforia, eh..eh..eh mereka masih sempet-sempetnya jama’ah kemasjid, i’tikaf dimasjid, menjadi aktifis remaja masjid, hemm, bener-bener remaja yang kece. Mungkin inilah remaja yang digambarkan oleh rasulullah SAW, bahwa ada tujuh golongan yang akan dirindukan surga dan salah satunya adalah anak muda yang giat beribadah dan mencintai masjidnya.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam naungan-Nya yaitu: Imam  (pemimpin) yang adil; pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah; orang yang hatinya selalu terikat pada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula; seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’; orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya; dan seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Menjadi remaja yang diidam-idamkan surga merupakan hal yang sangat langkah, tidak semua orang bisa melakukannya, mungkin jarang-jarang juga kita menemukannya, apalagi hidup diera sekarang ini, yang paling banyak kita temukan bukanlah remaja yang sholat berjamaah, tetapi yang ada adalah ngedancer secara berjamaah, facebuker beristiqomah dan twitteran bersama. Inilah kondangan ngetrendnya anak muda. Adakah yang salah dengan kebiasaan mereka? Tentunya kita tidak boleh salah kaprah memandangnya dengan sebelah mata karena berasumsi bahwa remaja yang suka kumpul-kumpul ngedancer, facebooker atau pun nongkrong-nongkrong dijalan itu suatu tindakan yang bejat dan amoral. Hal semacam itu sudah menjadi dunianya anak muda, dunia mereka adalah dunia hiburan jadi biarkan mereka beradaptasi dengan dunianya, dan kelak mengikuti fase perkembangan usianya, mereka akan berhenti juga. Memang sih, kebanyakan anak muda yang suka nongkrong dijalan-jalan, kehidupannya hura-hura dan mengalami dekadensi moral yang sangat mengkhawatirkan, karena pergaulan mereka menerabas batas-batas yang wajar, sehingga sering kali terjadi tindakan-tindakan amoral. Ya, maklum. Karena mereka kurang mendapat arahan dan wejangan agar menjadi baik. Mana ada sih, pak ustad yang berdakwah dipinggir jalan. Bener nggak!. Tapi janganlah kita terlalu khawatir, masih ada kog remaja yang masih peduli pada masjid, yang peduli pada syiar islam, yang rajin sholat, yang gemar bersholawat, menuntut ilmu dengan giat, ihlas beramal demi kemaslahatan ummat, dan yang lebih penting adalah mereka bersedia membuat gebrakan untuk memeriahkan masjid dengan beragam cara dan mengadakan aneka kegiatan positif seperti: Kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj dan menghimpun dana untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin dan lain-lain.

Sobat muda, menjadi anak muda yang dirindukan surga tidak harus anda menjadi remaja masjid, karena tidak semua anak muda itu tinggal dirumahan yang dekat dengan masjid dikampung halamannya, sebaliknya, banyak anak-anak muda yang menimba ilmu diluar kota, atau bahkan hingga kenegri orang. Jadi kesempatan menjadi bagian dari remaja masjid juga dirasa sulit. Karena itu, meskipun anda bukanlah bagian dari pengurus remaja masjid tetapi anda bisa menjadi bagian dari golongan anak muda yang rajin datang kemesjid, rajin berjama’ah kemasjid. Terus bagaimana bila saya dalam perantauan menuntut ilmu, sedangkan tempat tinggalku jauh dari masjid? Lah itulah yang saya maksud tadi. Tidak semua anak muda bisa menjadi remaja masjid dikarenakan keadaan berdomisili (yang sedang menuntut ilmu jauh dari tempat tinggalnya). Makanya kita harus membuka ruang tafsiran tentang anak muda yang dirindukan surga adalah anak muda yang hatinya terkait dengan masjid. Banyak cara menjadi anak muda yang hatinya terkait dengan masjid selain menjadi remaja masjid. Zaman sekarang serba teknologi. Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menyuarakan kebaikan. Bukan hanya sekedar berorasi diatas mimbar masjid, bukan hanya menjadi aktifis kegiatan dimasjid, tetapi lebih dari itu kita bisa menyuarakan dakwah syar’i melalui bahasa pena. Kita bisa menulis buku-buku tentang remaja yang gigih dalam beribadah, atau buku-buku yang mengandung motivasi bagi khalayak untuk gemar melakukan amalan sholih. Jika dengan menulis buku dirasa sulit karena harus mengantri seleksi untuk terbit, kita bisa memaksimalkan dakwah lewat jalur facebook, twitter, blog maupun website. Itu sasarannya malah lebih luas. Coba kita pikir. Lebih efektif mana, mensenandungkan syiar islam lewat kegiatan masjid dengan lewat media jejaring sosial network? Sekarang kita amati, banyak mana anak muda yang istiqomah datang kemasjid mendengarkan tausyiah atau mengikuti khalaqoh rutinan, dengan mereka yang setiap saat menggengam ponselnya mengakses facebook? tentu anda sudah bisa menerka jawabannya sendiri. Umpama diambil sampel penelitian, dengan mensurvei 100 anak muda, barangkali yang gemar mengikuti kajian dimasjid hanya sekitar 25%, selebihnya yang 75%, khusuk dengan ponselnya mengakses facebook maupun twitter. Belum lagi kita tidak mengetahui apa saja yang mereka kerjakan dengan situs jejaring sosial tersebut. Nah dari sinilah kita mengambil start untuk berdakwah. Ketik saja status-status religi tentang ayat-ayat alquran, hadits nabi maupun khazanah keilmuan yang dapat membangun pola pikir remaja menjadi insan yang baik. Bila anda menggunakan kartu indosat, hanya butuh 0,1 rupiah saja, anda sudah dapat menyebarkan dakwah keseluruh pengguna Facebook, apalagi kuota pertemanan FB mencapai 5000 teman, tentunya dakwah kita akan menyentuh hati ribuan orang hanya dengan sekali klik. hemm, manteb kan!

Iya kalau status dakwah kita kebaca, lha kalau tidak, sia-sia kan? Bukankah mereka lebih asyik dengan status yang berbau pacaran?
Sobat muda, tugas kita sebagai anak muda yang mencintai syiar agama hanyalah tabliq (menyampaikan), misi kita hanyalah watawaa shoubilhaq atau amar ma’run nahi munkar, soal diterima maupun tidak, dilaksanakan maupun tidak, itu hak prerogatif Allah SWT yang berkuasa membolak balikkan hati hamba-Nya. Karena itu, mari kita manfaatkan teknologi informasi ini sebagai media syiar islam. Jangan tinggalkan jamaah yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Coba kita lihat para khotib yang khutbah dimasjid, jamaahnya paling-paling hanya seratus hingga dua ratus orang, sedangkan jamaah kita didunia maya kuotanya lebih dari itu.
Brow, kalau semuanya da’kwah lewak facebook, terus buat apa gunanya kita jariyah bangun masjid?
Waduuh, semakin berkembang saja nih pertanyaannya. Begini. Justru kita dakwah lewat media informasi FB maupun Twitter, tujuan utamanya adalah memberikan pengarahan dan penyadaran bagi mereka untuk kembali rajin berjamaah sholat lima waktu dimasjid. Ibarat sebuah pepatah “sekali dayung, dua, tiga pulau terlewati” artinya bahwa jangkauan dakwah kita tidak hanya sebatas warga kampung tempat tinggal kita, tetapi seluruh pemakai FB yang berasal dari belahan penjuru kota. Kalau kita hanya gembar-gembor lewat acara dimasjid saja, ya, yang datang ya itu-itu saja, nggak ada peningkatan sama sekali. Makanya kita manfaatkan media teknologi informasi untuk membimbing ummat agar ada kesadaran untuk kembali mengfungsikan masjid sebagai sarana persatuan umat islam melalui sholat fardhu lima waktu dengan berjamaah.
Sebenarnya dakwah menggunakan media bukan hanya diera sekarang ini, tetapi jauh sebelum islam berkembang pesat dinegeri ini, para wali songo sudah lebih duluan ajak-ajak masyarakat untuk pergi kemasjid melalui kesenian wayang, gending maupun sajak. Mengingat pada waktu itu ummat sukanya pada kegiatan semacam itu, sehingga para wali menyalurkan dakwahnya lewat media seni. Sedangkan diera kita ini zamannya sudah modern. Orang diajak menuju kebaikan dengan ceramah saja, nggak bakalan mempan. Apalagi pakai kesenian wayang, huuw, pasti dikatakan ndeso. Serba repot memang, kalau menerapkan misi mengajak kepada kebaikan. Buktinya remaja masjid mengadakan pengajian, dengan mengedarkan undangan 100 undangan, yang hadir maksimal 50%, tetapi apabila ada pertunjukan hiburan semacam musik umpamanya, tanpa diundang pun, semua orang berduyun-duyun menghadirinya. Ini merupakan fenomena nyata yang harus kita cermati. Maka dari itu kita harus dakwah mengikuti alur zaman.
Sobat muda yang baik hati. Mari kita berlomba-lomba menjadi pemuda yang dirindukan surga dengan cara gigih berdakwah mensenandungkan syiar islam dengan segenap tenaga, pikiran dan keilmuan yang kita miliki, sehingga maqoshidus Syar’i (tujuan syariat) yang sebenarnya dapat kita terapkan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Jumat, 07 Maret 2014

Ikhtiar mencari cinta

Ketika diajukan pertanyaan, adakah diantara anak muda yang tak ingin bercinta? Saya yakin kita sepakat bahwa 99% anak muda menjalin hubungan cinta. Karena cinta itu laksana ruhnya jiwa yang menyebar keseluruh asupan darah dalam tubuh manusia yang memproduksi spirit dan gairah bagi manusia, sehingga dengan spirit dan energi kekuatan cinta, mereka yang lemah akan bangkit menjadi perkasa. Mereka yang sedih menjadi gembira. Mereka yang tua berlagak muda, pun dengan cinta, dunia yang penat dan bising terasa indah. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. Cinta adalah anugerah super istimewa dari yang kuasa yang ditambatkan dihati hamba-hamba-Nya. Sobat muda, didunia ini banyak orang sukses karena dirinya bercinta, sehingga dengan cinta itu, ia menjadi semangat dan termotivasi tinggi untuk menggapai cita-cita yang diimpikannya. Tetapi juga tidak sedikit orang yang merana karena cinta, putus asa karena cinta, hidupnya hancur berantakan juga karena cinta. Menanggapi kenyataan seperti itu, maka kita harus berhati-hati dengan cinta. Ya, cinta memang indah, akan semakin indah bila cinta kita taburkan dihati kekasih yang beriman dan bertaqwa. Ya, cinta memang fitrah, akan semakin suci bila cinta itu kita tanamkan pada kekasih hati yang memiliki sifat terpuji. Tetapi awas, waspadalah bahwa cinta juga bisa berbuah duri bila mana cinta ditanamkan pada hati orang-orang yang tidak mempunyai etika dan nurani. Ada sebuah riset yang menyebutkan bahwa banyaknya kasus perzinaan belakangan ini disebabkan karena faktor percintaan atau pacaran. Ya. Saya setuju dengan pendapat itu, karena melihat gejolak zaman sekarang ini, banyak remaja yang melakukan pacaran dan melampiaskan cinta kasihnya pada jalan kesesatan yang tidak dibenarkan oleh syar’i. Mereka cium-ciuman, peluk-pelukan bahkan ada yang nekat melakukan hubungan badan. Ini sangat membahayakan. Bagaimana kalau hal semacam ini menular pada remaja yang lain, bisa-bisa sepuluh sampai dengan dua puluh tahun yang akan datang, sulit kita jumpai remaja-remaja putri yang masih perawan. Apalagi hasil survey yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak di 12 kota besar di Indonesia pada tahun 2007 menunjukkan bahwa 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) pernah berhubungan intim dan 21,2% siswi SMA (Sekolah Menengah Atas) pernah menggugurkan kandungannya. Jadi rata-rata kasus kenakalan remaja disebabkan oleh adanya hubungan percintaan. Lantas adakah yang salah dengan cinta? Yang salah bukan cintanya, karena hakikat cintah itu fitrah, dan hadirnya cinta sesungguhnya sebagai penentram kehidupan manusia, bukan sebagai pemuas nafsu dan hura-hura. Tetapi letak kesalahannya ada pada pelakunya yang menodai kesucian cintanya dengan lebih menuruti nafsu birahinnya. Sobat muda. Ada beberapa alasan mengapa anak muda termotivasi dengan berpacaran atau bercinta kasih. Pertama, mereka bercinta karena menginginkan dapat jodoh yang tepat dengan mengetahui latar belakang, sikap dan kebiasaan hidup orang yang dicintainya. Kedua, mereka menjalin cinta karena menginginkan adanya seseorang kekasih yang dapat memberikan semangat dan motivasi dalam melakukan segala aktifitas sehari-hari. Konon dengan bercinta, gairah kerja dan beraktifitas menjadi giat dan perkasa. Ketiga, mereka bercinta karena ingin melampiaskan hasrat birahinya. Nah, dari ketiga alasan diatas kiranya anda dapat menentukan arah seperti apakah bentuk cinta yang akan anda inginkan. Pilihan ada ditangan anda sendiri. Apabila memilih type yang pertama juga mengandung resiko. Memilih pilihan yang kedua pun ada resikonya, apalagi memilih pilihan yang ketiga, jelas resikonya bukan hanya dikehidupan dunia saja melainkan kehidupan akhirat anda pun ikut celaka. Kog beresiko semua, kalau gitu ngapain Allah menciptakan rasa cinta? Hemm, sabar brow, dengar dulu uraian berikutnya. Gini ya, jika kita amati, dari ketiga alasan diatas, sepertinya alasan pertama yang resikonya dinilai agak mendingan, karena tujuan mereka bercinta semata-mata karena menginginkan mendapatkan pasangan hidup yang benar-benar cinta dan sayang kepadanya, sehingga kalau nggak pake pacaran, jangan-jangan ia tidak mengerti latarbelakang kehidupannya, tabiat, sikap dan perilakunya sehari-hari, makanya ia memilih menjalin hubungan pacaran. Sebab apabila seseorang sudah kadung cinta dan pada pandangan pertama tanpa mengenal lebih mendalam tentang kehidupan orang yang dicintainya, khawatir akan menyesal. Iya kalau ketepatan pacarnya orang baik-baik, nah kalau tidak, pasti akan menimbulkan penyesalan dikemudian hari nanti, walaupun sebenarnya itu sudah merupakan pilihan hatinya sendiri. Tetapi yang menjadi pertanyaan, bolehkah kita menjalin cinta atau berpacaran seperti alasan yang pertama tadi? yups, manteb sekali. Pada dasarnya agama tidak melarang manusia untuk bercinta kasih, malahan dengan tegas agama menganjurkan manusia agar saling cinta dan kasih diantara sesamanya. Hal ini didasarkan pada hadist Rasulullah SAW yang berbunyi: “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.(H.R. Muslim). Semakin seseorang menebarkan cintanya kepada sesamanya, akan sempurna keimanannya, tali siraturrahim terjalin kuat dan persaudaraan menjadi harmonis. Terus mengenai boleh atau tidaknya kita berpacaran dengan alasan ingin mengetahui sisi baik dan buruknya orang yang kita cintai. Yang jelas dalam pandangan agama, istilah pacaran itu tidak ada. Bahkan ada yang menghukumi pacaran itu haram. Tetapi agama mengajarkan kepada umat manusia, jikalau hendak mencari cinta (mencari pasangan), maka bukan dengan jalan pacaran, melainkan dengan cara Ta’aruf. Kita diperbolehkan mencintai seseorang dan mengungkapkannya kepada orang yang kita cintai. Namun alangkah baiknya sebelum anda mengungkapkan cinta pada seseorang tadi, selidiki dulu latar belakang dan sikap perilakunya sehari-hari. Bisa nanya-nanya lewat teman dekatnya, saudaranya atau tetangga-tetangga dekatnya. Jika sudah mendapatkan informasi yang jelas, baru nyatakan perasaan cinta. Silahkan berta’aruf, dan sampaikan segala tetek bengek dan unek-unek hati yang ingin anda tanyakan. Bila setelah berta’aruf sudah ada kecocokan, lanjutkan dengan mengkhitbahnya, kemudian nikahi. Ini baru jempolan brow!. Jadi, mencari kekasih yang baik yang dibenarkan oleh syar’i bukan dengan jalan pacaran, melainkan dengan jalan ta’aruf. Ini berarti alasan bercinta type yang pertama tadi, tidak dibenarkan secara agama, meskipun maksudnya baik. Karena dengan berpacaran, sedikit maupun banyak ada unsur mendekati zina. Bagaimana dengan type alasan yang kedua dan ketiga? Hemm, alasan yang pertama saja tidak dibenarkan menurut syar’i, apalagi alasan yang kedua dan ketiga, jelas malah bertentangan dengan ajaran agama. Alasannya apa dong? Kalau alasan anda bercinta atau pacaran hanya ingin mendapatkan dorongan motivasi dari sang kekasih, kenapa harus dengan jalan pacaran? Seharusnya anda nikah saja. Karena dengan nikah anda akan mendapatkan seorang kekasih hati yang 24 jam siap melayani dan mensuport anda. Berbeda halnya jika mencari motivasi belajar ataupun bekerja dengan pacaran, karena anda belum tentu setiap hari bertemu, kalaupun bertemu, dengan menikmati pandangan wajah kekasih anda, itu merupakan bagian dari zina lho. Terus mengenai alasan yang ketiga, kayaknya nggak perlu diperdebatkan dehh, sebab bercinta hanya dengan mencari kesenangan itu merupakan sebuah kesalahan fatal dan anda sedang coba-coba bermain api. Artinya bahwa anda secara sengaja ingin menumpuk dan mengkoleksi dosa-dosa perzinaan. Jadi agama bukan hanya melarangnya, melainkan juga melaknatnya. Maka dari itu, dalam berikhtiar mencari cinta, terlebih dahulu tanyakan pada diri sendiri, alasan apa yang mendasari keinginan untuk menjalin hubungan cinta. Apabila niat anda menjalin cinta karena segera ingin menikah. Maka segerakanlah untuk mencarinya, dan saya yakin anda tidak akan sembarang pilih, pastinya anda menginginkan mendapatkan pasangan hidup yang baik. Supaya nggak salah pilih, berta’aruflah. Gunakanlah konsep islam dalam berihtiar mencari kekasih pujaan yaitu mencari pasangan hidup yang baik menurut kecantikannya, kekayaannya, keturunan yang baik, dan karena agamanya. Rasulullah SAW bersabda: “Perempuan itu dikawin karena empat perkara yaitu:karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka oleh sebab itu hendaklah engkau memilih (perempuan) yang beragama, pasti engkau berbahagia (selamat)” (H.R. Bukhori. Ya. Apabila paras cantik, harta dan tahta tidak engkau temukan, maka pilihlah kekasih yang memiliki pegangan agama yang kuat, agar cinta kasih anda selalu mendapat rahmat dan hidayah-Nya. Namun bila alasan bercintamu karena ingin bersenang-senang, saya sarankan untuk mengurungkannya. Karena akan berpengaruh tidak baik pada kehidupanmu selanjutnya. Masa depanmu masih panjang, jangan kau habiskan dengan bersenang-senang dan berpacaran. Jangan menumpuk dosa, karena kurikulum pacaran semuanya mendekati zinah. Mulai pandangan, rayuan, pikiran dan perbuatan bila tercover dalam bingkai pacaran, sangat rentan dengan perbuatan zinah. “Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak adam bagiannya dari zina. Dia akan mendapatkannya, tidak bisa tidak. Maka, zinanya mata adalah dengan memandang (yang haram) dan zinanya lisan adalah dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua tindakan itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari-Muslim) Begitulah islam mengajarkan, sangat tegas, lugas dan penuh dengan kemaslahatan. Kalau anda sedang terobsesi dengan menjalin hubungan pacaran dan belum siap melangkah kejenjang pernikahan, maka tahan dan bersabarlah untuk tidak pacaran. Waduh hasrat hati semakin memuncak ingin memadu kasih? Apabila anda belum siap untuk menikah sedangkan gairah dan nafsu berkobar-kobar menuntut pemuasan, maka agama menyarankan agar berpuasa. Karena dengan berpuasa, anda akan terjaga dari godaan nafsu yang menginginkan kesenangan semata. Rasulullah SAW bersabda: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian sudah siap (mampu) menjalani hidup berumah tangga (suami-istri) maka menikahlah ! Sesungguhnya di balik itu, pandangan mata dan kemaluan akan lebih terjaga dan terpelihara dari perbuatan maksiat. dan barang siapa belum mampu, hendaknya ia berpuasa, karena dengan puasa itulah dirinya akan terlindungi dari kemaksiatan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Menurut Imam Ghozali: bahwa nafsu itu lebih jahat dan lebih gencar memusuhimu dari ada iblis. Ketahuilah bahwa iblis bisa kuat menguasaimu karena pertolongan nafsu dan kesenangannya. Semua ajakan nafsu adalah sumber malapetaka dan semua yang bersumber darinya adalah tipu daya belaka. Jika kau girang menuruti ajakan nafsu, tentu engkau akan celaka. Jika engkau lengah menjaganya, engkau akan tenggelam dan jika engkau lemah dan kalah melawannya, maka engkau akan digiringnya kedalam neraka. Sobat muda, ternyata memilih kekasih itu nggak boleh sembarangan, harus selektif dan penuh pertimbangan. Jangan diobral murah apalgi di tawar-tawarkan. Kalau ditawar-tawarkan jadinya kayak barang murahan. Bila perlu kamu harus jual mahal. Bukanya dibandrol dengan rupiah, maksudnya, jangan mudah jatuh cinta pada seseorang yang benar-benar belum anda kenali. Tapi dia cantik/tampan? Ahh, emangnya cantik atau tampan jaminan hidup bahagia. Cantik atau tampan kalau akhlaknya buruk, juga akan bikin ngenes batin ini. Oleh karena itu, dalam berihtiar mencari cinta, tanamkan niat yang mulia yaitu ingin menikahinya dan standar pilihan yang utama yang perlu dijadikan patokan adalah agamanya, bukan yang lain.

Minggu, 04 Desember 2011

ARTI CINTA DAN DICINTAI

ARTI CINTA DAN DICINTAI
Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan.

Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu dengan yang tepat. Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.

Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka. Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita.
Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai, dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama. Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yang pernah kamu rasakan. Benarlah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan itu ?? Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada.

Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga !!! Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh didalam hati mereka. Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh didalam hatimu
Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang dari mereka kamu ingin dengar. Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya.

Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan.

Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang. Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia.

Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.
Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.

Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, :mungkin itu menyakitkan orang itu juga. Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan. :Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita.

Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka. Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka menjadi yang terbaik.